Baju koko kini identik dengan baju yang dipakai oleh pria muslim di Indonesia padahal sejarah asal muasal baju koko di Indonesia dari baju Tui-Khim (Mandarin), Tikim (Betawi) hingga  koko modern melalui proses yang panjang dari baju khas masyarakat Tionghoa yang diadopsi oleh kaum Betawi hingga kemudian diadaptasi oleh masyarakat Islam di Indonesia.

David Kwa, seorang pengamat kebudayaan Tionghoa peranakan di Indonesia, baju koko yang kini identik dengan kaum muslim tersebut awalnya diadaptasi pertama kali oleh kaum lelaki Betawi dari pakaian keseharian orang Tionghoa. Pakaian ini biasa disebut ‘Tui-Khim.’

Baju Tui-Khim yang modelnya sangat mirip dengan baju koko modern, yakni berkerah tegak dengan lima kancing bukaan tengah di depan, dengan panjang menjuntai hingga setengah paha dikenal di nusantara karena peran para pedagang dari Tionghoa yang awalnya berniaga di berbagai daerah di nusantara dan beberapa di antaranya menetap.

Oleh masyarakat Betawi yang memang sangat adaptif terhadap pengaruh budaya luar seperti misalnya budaya Portugis dalam seni musiknya, ternyata juga “meminjam” baju tui-khim sebagai busana kaum pria Betawi. Mereka menyebut baju Tionghoa itu dengan sebutan baju “Tikim.” Lalu, bagaimana istilah “baju koko” ini muncul?

Istilah baju koko, menurut budayawan sekaligus novelis Remy Sylado awalnya adalah karena  baju tui-khim ini kerap dipakai oleh para “engkoh-engkoh” (sebutan bagi lelaki paruh baya Tionghoa) sehingga muncullah istilah “baju koko.” Saat itu, baju tui-khim sendiri justru mulai ditinggalkan oleh para peranakan Tionghoa muda yang lebih menyukai pakaian Eropa seperti jas dan pantolan. Di saat itu lah, justru kaum pribumi mulai jatuh hati dengan pakaian ini karena selain nyaman untuk keseharian juga tidak memalukan untuk dipakai menghadiri acara-acara resmi.

Setelan awal baju koko yang digunakan oleh para pria Betawi adalah baju koko (umumnya warna putih) yang dipadu dengan celana batik Betawi di bagian bawah. Setelan ini seolah menjadi trademark kaum pria Betawi sekaligus umat Islam karena masyarakat Betawi pun juga identik dengan kaum muslim yang berpengaruh di Batavia.

Di era modern, baju koko berkembang pesat sebagai busana kaum muslim pria di Indonesia. Pasca era reformasi, perkembangan baju koko pun semakin meningkat dengan trend masyarakat Indonesia yang gemar memakai busana yang mencerminkan Islam, baik dalam keseharian maupun pada acara-acara formal.

 

adaloloh.yukbisnis.com

Leave a comment